BLANGPIDIE , WOL –
Anggaran sebesar Rp2,9 miliar pembangunan Puskesmas Manggeng, Kabupaten
Aceh Barat Daya (Abdya) dinilai terlalu besar, dan sangat berlebihan.
Sehingga ada dugaan proyek pengerjaannya di-mark-up.
Seorang konsultan perencana yang biasa mengerjakan proyek fisik
arsitek (bangunan gedung) di Abdya mengatakan, berdasarkan hitungan
teknis gedung diukur dari luas, lebar, tinggi dan model bangunan, maka
anggaran Rp2,9 miliar untuk pembangunan Puskesmas Manggeng terlalu
mencolok dan sangat berlebihan. Pipa Sni Tangerang Jika dilihat dari bentuk fisik dan seni
bangunan Puskesmas Manggeng, anggaran seharusnya tidak sampai Rp2
miliar.
“Di sini sangat nampak mark-up anggaran. Dari hitungan kami selaku
konsultan, biaya yang pantas dalam mengerjakan proyek itu sekira Rp1,7
miliar, itupun sudah termasuk pajak,” ujar konsultan tersebut tanpa
ingin dipublikasikan identitasnya baru-baru ini.
Pengakuan sama diutarakan Tenaga Teknis di Dinas Pekerjaan Umum
Abdya. Pihaknya lebih menyorot tata letak bangunan yang dianggap kurang
layak, seperti halnya pondasi terlalu rendah di bawah jalan nasional dan
tidak sesuai dengan gambar dalam kontrak.
Gambar pondasi dalam kontrak diketahui lebih tinggi dari jalan
nasional. Hal itu sengaja dirancang untuk menghindari banjir luapan
Sungai Krueng Manggeng yang sering melanda kawasan itu.
Demikian juga seni dan bahan jendela, diduga sangat tidak mendukung
dari jumlah anggaran yang telah digunakana. Instalasi jaringan listrik
juga dipasang rekanan dari kabel-kabel bekas pembongkaran bangunan lama
di Puskesmas Manggeng.
“Itu bukti otentik, karena kabel yang dipasang berada diluar beton,
bukan didalam dinding beton, bisa dilihat dengan mata telanjang,”
ungkapnya, juga enggan menyebut nama.
Paling fatal, katanya, saat pengerjaan proyek itu dianggap selesai
seratus persen, pihak dinas mencairkan termin seratus persen dengan
berkas pemeriksaan akhir (PHO) tidak ditandatangani konsultan pengawas.
Rekanan proyek pembangunan Puskesmas Manggeng pun menyatakan siap
bertanggung jawab dalam kecurangan pengerjaan proyek miliaran rupiah
tersebut. Direktur PT Adek Abang Thahara, Syahrial Alue selaku rekanan,
mengatakan untuk menutupi sejumlah item pekerjaan yang dinilai kurang
layak, seperti bocornya pipa saluran air ke kamar rawap inap dan lainnya
segera ditanggulangi.
Syahrial mengaku sedang berada di Medan, pulang dari Penang, Malaysia
dalam rangka berobat. Dia mengetahui kecurangan dalam proyek yang
dikerjakan perusahaannya melalui pemberitaan Harian Waspada. Padahal,
katanya, saat pekerjaan dinyatakan final dulu dan dinyatakan selesai
seratus persen, tidak ada penolakan atau komplain, baik dari dinas
maupun konsultan pengawas.
“Tapi mengapa sekarang dipermasalahkan?!” sesalnya.
Mesk demikian, selaku perusahaan besar yang bergerak di bidang pipa sni
kontraktor, pihaknya siap bertanggung jawab. Apalagi proyek itu masih
dalam masa pemeliharaan. “Ada anggaran yang tersisa biaya pemeliharaan
sebesar lima persen dari total anggaran proyek, kami akan perbaiki yang
dinilai curang itu,” ujarnya.(wol/aa/waspada/data2)
Editor: AUSTIN TUMENGKOL
Editor: AUSTIN TUMENGKOL

0 Response to "Proyek Puskesmas Manggeng Diduga Mark-Up"