Upaya instansi terkait untuk menertibkan keberadaan komunitas punk, tidak menimbulkan efek jera bagi para komunitas anak jalanan ini. Pasalnya, kendati sudah beberapa kali terjaring razia, namun keberadaan anak punk masih banyak ditemukan mangkal di sejumlah lokasi.
Dengan makin maraknya komunitas anak jalanan ini, sehingga membuat warga Kabupaten Pelalawan khususnya Kecamatan Pangkalan Kerinci menjadi kian resah dengan penampilan dan keberadaan komunitas nyentrik anak jalanan ini.
Saat ditemui salah seorang tokoh masyarakat Pangkalan Kerinci, AP Sulaiman, di Pangkalan Kerinci mengatakan, belakangan ini, kehadiran anak punk di Kecamatan Pangkalan Kerinci sebagai pusat Ibukota Kabupaten Pelalawan kian marak.
Gaya hidup yang identik dengan penampilan yang seram dan kusam ini membuat warga mengaku merasa resah.
"Dalam satu bulan ini anak punk makin marak saja, dengan penampilan mereka yang urakan dengan pola hidup tidak wajar membuat warga resah.
Dengan penampilan mereka (anak punk, red) yang tidak senonoh dan dipenuhi tato membuat kami tidak nyaman. Kita takutkan ada modus lain seperti berbuat kriminal dan lainnya yang saat ini sangat rawan terjadi. Saya sangat berharap sekali, kepedulian dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Pelalawan untuk segera bertindak menertibkan komunitas jalanan ini," ujarnya.
AP Sulaiman juga mengatakan, dirinya menilai upaya yang dilakukan oleh instansi terkait dalam menertibkan anak punk dinilai belum menimbulkan efek jera.
Hal itu dapat dibuktikan dengan semakin banyaknya gerombolan mereka yang berkeliaran di pusat kota dalam melakukan aktifitas di sejumlah lokasi. Anak punk tersebut, banyak mangkal di simpang empat lampu merah dekat PT RAPP dan di depan ramayana. Pipa Sni Tangerang
"Hal ini harus segera ditangani, kalau tidak akan semakin menjamur dan bisa jadi nanti berpotensi melakukan tindakan yang berbahaya dan dapat mengganggu situasi kampung kita yang kondusif ini. Apalagi saat ini, mereka saja sudah mulai jahat. Dimana saat mengamen saja sudah kasar, kalau tidak dikasih duit kita dicubit, mendorongkan kantong plastik dengan memaksa.
Dan kalau pengguna mobil saat diminta uang setelah habis ngamen tidak memberikan, maka anak punk ini memukul mobil warga menggunakan pipa paralon ataupun gitar yang dijadikan alat untuk mengamen," sebutnya.
Menanggapi hal tesebut, Kepala Satpol PP Kabupaten Pelalawan Drs H Abu Bakar MAP melalui Kepala Bidang (Kabid) Tibum dan Trantib Masyarakat Satpol PP Pelalawan Suryono SSos mengatakan, bahwa pihaknya akan menindaklanjuti laporan masyarakat dengan melakukan pelaksanaan razia penertiban anak punk yang sudah meresahkan warga Pangkalan Kerinci
0 Response to "Bertato, Seram dan Kusam, Anak Punk di Pelalawan Mulai Resahkan Warga"