Direktur Institute Transformasi Sosial (Intras), Agus Somad
menyampaikan bahwa gedung Samsat Indramayu yang terletak di Jalan Gatot
Soebroto dianggap kurang laik secara kualitas. Pasalnya insiden bocornya
saluran pembuang yang menyebabkan terjadinya rembesan air di sejumlah
ruangan gedung, dianggap cukup fatal.
Seharusnya sebelum diserahterimakan dari kontraktor ke Dinas
Pendapatan Daerah Provinsi Jawa Barat wilayah Kabupaten Indramayu, harus
dipastikan kondisi bangunan sudah dalam keadaan baik. Bocornya saluran
pembuang juga dianggap karena kurang baiknya perencanaan pembangunan,"
katanya kepada fajarnews.com, Selasa (23/2).
Menurutnya, seharusnya dalam perencanaan dapat diperkirakan bobot
serta kemampuan saluran pembuang air dalam kondisi hujan deras serta
bobot air dalam saluran pipa. "Secara teknis, jenis pipa atau sambungan
air bisa disesuaikan dengan bobot air yang akan mengalir melalui saluran
pembuangan. Jadi, bukan semata-semata karena adanya insiden hujan deras
saja," kata Alumnus Fakultas Teknik Sipil Universitas Wiralodra
Indramayu ini.
Sementara mengenai kualitas bangunan seperti dinding ruangan gedung
samsat yang dibangun dengan menggunakan dinding fortable dianggap tidak
menyalahi aturan sepanjang sesuai dengan bahan material yang
direncanakan. "Tidak mesti seluruh dinding dibangun dengan menggunakan
tembok, bisa juga menggunakan dinding triplek atau fortable, asalkan
sesuai dengan perencanaan dan kebutuhan," kata dia.
Sementara itu, sejumlah kalangan mengeluhkan kualitas bangunan gedung
samsat yang dibangun dengan nilai anggaran mencapai Rp 14,5 miliar
melalui dana APBD Provinsi Jawa Barat. Pasalnya, dinding bangunan tidak
terbuat dari tembok melainkan terdapat sejumlah dinding yang terbuat
dari triplek atau dinding fortable.
Koordinator LSM Pelopor, Nanang Supriyadi juga mempertanyakan
sejumlah dinding bangunan yang dianggap kurang memadai secara kualitas.
"Kami juga menyayangkan banyaknya keluhan soal kualitas bangunan gedung
samsat. Apalagi adanya insiden kebocoran beberapa hari yang lalu," kata
dia.
LSM Pelopor juga akan menampung keluhan-keluhan terkait pembangunan
gedung samsat Indramayu yang dianggap kurang baik secara kualitas.
Menanggapi hal itu, Kepala Cabang Dinas Pendapatan Daerah Provinsi Jawa
Barat wilayah Indramayu, Agus Sugiono mengatakan, insiden saluran
pembuang air yang bocor telah diperbaiki oleh kontraktor PT IMEMBA
Jakarta, karena saat ini masih dalam masa pemeliharaan selama enam bulan
ke depan.
"Setelah kejadian langsung diperbaiki seluruhnya. Kami memiliki
garansi enam bulan untuk pemeliharaan serta garansi sepuluh tahun untuk
kerusakan bangunan," kata dia.
Ia menjelaskan, secara kualitas gedung samsat Indramayu telah sesuai
dengan standar yang ada seperti pembangunan gedung-gedung samsat lainnya
di Jawa Barat, bahkan pihaknya menjamin kualitas bangunan tersebut
sesuai dengan spek yang direncanakan. "Konstruksi bangunan dipastikan
sesuai dengan standar pembangunan gedung samsat lainnya di Jawa Barat,"
kata dia.
Pipahdpe.id ~> Menjual berbagai pipa hdpe di tangerang

0 Response to "Kualitas Konstruksi Gedung Samsat Indramayu Disoal "