Tak hanya memastikan ketersediaan logistik, BPBD Provinsi Jawa Barat juga telah menginventarisir dan mengecek kesiapan alat evakuasi kedaruratan.
Sebanyak 20 jenis alat evakuasi kedaruratan telah disiapkan selama Jabar berstatus siaga darurat bencana banjir dan longsor. Sejumlah alat evakuasi kedaruratan tersebut siap diperbantukan ke daerah-daerah yang terjadi bencana.
"Setiap BPBD di kota/kabupaten di Jabar sudah memiliki alat evakuasi kedarurata. Tetapi kami tetap menyiapkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan," ujar Kasi Logistik BPBD Provinsi Jabar, Usep S, kepada Tribun di ruang kerjanya, Selasa (9/2/2016).
ke-20 jenis alat evakuasi kedaruratan itu terdiri atas, kendaraan, velbed, tandu lipat, peralatan rescue, tenda gulung, lampun penerangan, alat komunikasi, perlenglapamn dapur umum lapangan, megaphone, perahu karet, mesin perahu, pelampung dayung, pompa perahu, tenda peleton, tenda regu, tenda keluarga, tenda individu, genset, dan medical kit.
"Semua peralatan telah dicek dan semua masih dalam kondisi baik dan masih bisa digunakan," ujar Usep.
Seperti diektahui, warga Jawa Barat diimbau waspada bencana banjir dan longsor. Sebab intensitas bencana mulai mengalami peninggakatan yang cukup signifikat pada awal Februari 2016.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Provinsi Jabar, setidaknya 25 kejadian bencana tercatat sejak 1-8 Februari 2016. Kejadian bencana itu tersebar di 12 kota/kabupaten di Jabar.
Antara lain, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu.
Bencana tanah longsor tercatat 12 kejadian, banjir tercatat lima kejadian, angin puting beliung tercatat empat kejadian, kebakaran tercatat tiga kejadian, dan ledakan pipa Sni gas tercatat satu kejadian. (cis)
"Setiap BPBD di kota/kabupaten di Jabar sudah memiliki alat evakuasi kedarurata. Tetapi kami tetap menyiapkan jika sewaktu-waktu dibutuhkan," ujar Kasi Logistik BPBD Provinsi Jabar, Usep S, kepada Tribun di ruang kerjanya, Selasa (9/2/2016).
ke-20 jenis alat evakuasi kedaruratan itu terdiri atas, kendaraan, velbed, tandu lipat, peralatan rescue, tenda gulung, lampun penerangan, alat komunikasi, perlenglapamn dapur umum lapangan, megaphone, perahu karet, mesin perahu, pelampung dayung, pompa perahu, tenda peleton, tenda regu, tenda keluarga, tenda individu, genset, dan medical kit.
"Semua peralatan telah dicek dan semua masih dalam kondisi baik dan masih bisa digunakan," ujar Usep.
Seperti diektahui, warga Jawa Barat diimbau waspada bencana banjir dan longsor. Sebab intensitas bencana mulai mengalami peninggakatan yang cukup signifikat pada awal Februari 2016.
Berdasarkan data yang diperoleh dari BPBD Provinsi Jabar, setidaknya 25 kejadian bencana tercatat sejak 1-8 Februari 2016. Kejadian bencana itu tersebar di 12 kota/kabupaten di Jabar.
Antara lain, Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Kuningan, Kota Cirebon, Kabupaten Bandung, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Ciamis, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Karawang, Kabupaten Indramayu.
Bencana tanah longsor tercatat 12 kejadian, banjir tercatat lima kejadian, angin puting beliung tercatat empat kejadian, kebakaran tercatat tiga kejadian, dan ledakan pipa Sni gas tercatat satu kejadian. (cis)

0 Response to "Alhamdulillah, Alat Evakuasi Kedaruratan Siap Pakai"